Cerita inih asli dari kehidupan saya peribadi, semoga anda sebagai pembaca terinspirasi dan mengambil sisi positifnya tetapi jangan di ambil sisi negatifnya. Mungkin cerita inih akan panjang karna usia saya masih terbilang muda. I am so sorry cause i can make it in languange English, you can translate Languange Indonesia to English from Google Translate or the another application. I hope you like it and keep wait new article or my fanfic.
Namaku Hisyam Ramadhan Abdullah, saya anak ke dua dari empat bersodara dan sekarang sedang menempuh Sarjana di Universitas Hukum Galunggung Tasikmalaya semester dua. Berawal dari saya saat kecil hingga saya beranjak dewasa, saya dibesarkan di keluarga mampu. Saat umuku masih sembilan bulan saya sudah dititipkan kepada kakek dan nenek saya di Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia, saat ituh orang tua saya ada di Medan, Sumatra Selatan. Orang tuaku bekerja sebagai Tentara Nasional Indonesia wajar sajah bila orang tuaku berpindah-pindah tempat kerja sehingga saya di titipkan kepada kakek nenek saya.
Lima tahun diriku di asuh oleh kakek dan nenek diriku pun memasuki Taman Kanak-kanak Siti Fatimah Singaparna, Tasikmalaya ( TK ) karna umurku sudah beranjak 6 tahun telat masuk TK maka saya di percepat di TK yang tadinya harus 2 tahun menjadi 1 tahun saja. Kenangan yang sangat ku ingat pada masa-masa di TK adalah masa dimana bertemu dengan Cintya teman kanak-kanak yang mencium pipi saya karna saya telah menolong dirinya dan saat dia berulang tahun saya di tunjuk untuk bernyanyi bersama 4 orang lainnya untuk menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Aku mengira Cintya memiliki kembaran Bernama Vina ternyata bukan kembaran karna mereka berdua sangatlah mirip, sehingga terkadang salah memanggil orang.
Kelulusan TK saat ituh di adakan PARADE PAWAI kanak-kanak menggunakan baju yang bertema pekerjaan yang di cita-citakan oleh kita, dulu mukin aku terlalu polos dan tidak terlalu paham a[a ituh cita-cita sehingga dengan seenaknya saja menggunakan baju polisi. Dari TK hingga alun-alun kira-kira perjalanan yang di tempuh kurang lebih 100 Meter, dan saat setibanya kami di alun-alun kami disambut dengan meriah. Kami pun di suruh oleh pembina memasuki kelas untuk mengikuti lomba yang diadakan oleh pihak Taman Kanak-kanak tersebut, namanya juga anak-anak tidak tau yang namanya lomba jadi dikiranya cuma main ajah dan senang-senang bersama yang lain.
Setelah usai acara di Alun-alun kami pun pulang ke TK berjalan kaki bersama-sama hingga akhir acara, namanya kelulusan TK aku pun merasa sedih harus berpisah dengan teman-teman yang lain terutama berpisah dengan Cintya. Masih kecil sajah aku selalu mengingat dirinya, dan apakah kami masih bisa bertemu di Sekolah Dasar ( SD ). Mungkin inihlah perpisahan pertama yang pernah ku alami, karena berpisah dengan teman-teman yang baru kita kenal selama 1 tahun. Perpisahan memang tidak bisa dipungkiri lagi, dan meski berat kita harus menerimanya, setelah terbiasa selama beberapa minggu diriku di daftarkan memasuki SD Setia Mulya di Kokol, Singaparna.
Sebenarnya masih panjang tetapi perlu waktu, untuk mengingatnya kembali jadi saya akhiri dulu sampai di sinih,
To Bo Continued
Kelulusan TK saat ituh di adakan PARADE PAWAI kanak-kanak menggunakan baju yang bertema pekerjaan yang di cita-citakan oleh kita, dulu mukin aku terlalu polos dan tidak terlalu paham a[a ituh cita-cita sehingga dengan seenaknya saja menggunakan baju polisi. Dari TK hingga alun-alun kira-kira perjalanan yang di tempuh kurang lebih 100 Meter, dan saat setibanya kami di alun-alun kami disambut dengan meriah. Kami pun di suruh oleh pembina memasuki kelas untuk mengikuti lomba yang diadakan oleh pihak Taman Kanak-kanak tersebut, namanya juga anak-anak tidak tau yang namanya lomba jadi dikiranya cuma main ajah dan senang-senang bersama yang lain.
Setelah usai acara di Alun-alun kami pun pulang ke TK berjalan kaki bersama-sama hingga akhir acara, namanya kelulusan TK aku pun merasa sedih harus berpisah dengan teman-teman yang lain terutama berpisah dengan Cintya. Masih kecil sajah aku selalu mengingat dirinya, dan apakah kami masih bisa bertemu di Sekolah Dasar ( SD ). Mungkin inihlah perpisahan pertama yang pernah ku alami, karena berpisah dengan teman-teman yang baru kita kenal selama 1 tahun. Perpisahan memang tidak bisa dipungkiri lagi, dan meski berat kita harus menerimanya, setelah terbiasa selama beberapa minggu diriku di daftarkan memasuki SD Setia Mulya di Kokol, Singaparna.
Sebenarnya masih panjang tetapi perlu waktu, untuk mengingatnya kembali jadi saya akhiri dulu sampai di sinih,
To Bo Continued
No comments:
Post a Comment