Saya meminta maaf karna tidak mengupdate seri inih karna urusan yang cukup banyak, anda bisa mengirimkan kritik dan saran ke e-mail saya hisyamra@yahoo.co.id / Message lewat blog bila sesama blogger
Saking miskinnya keluarga Tian, ia pun pulang menggunakan Angkutan Kota ( ANGKOT ). Setelah menaiki ankot Tian rela berjalan kaki hingga rumahnya yang sebenarnya cukup jauh dari rumahnya, setalah sampai rumah Tian melihat ibunya sedang tidur dan Fikri menjaganya hingga Tian kembali.
Tian : "Tok..Tok.. Assalamualaikum."
Fikri : "Walaikumsalam, ternyata yang datang Tian, jangan di ganggu dan berisik kasihan dia memikirkanmu."
Tian : "Baiklah, aku hanya melihatnya sebentar sajah dan tidak berusaha membangunkan ibu."
Fikri : "Jangan lama-lama karna ibu sedang sakit."
Tian : "Baiklah, ngomong-ngomong aku memiliki sedikit uang untuk membawa ibu berobat. Uang yang ku dapatkan untuk berobat ibu supaya mendapatkan perawatan yang layak tak akan kupergunakan untuk kepentinganku, karna ibuku sngat membutuhkan uang inih untuk berobat."
Fikri : "Syukurlah, karna kondisi ibumu semakin lama semakin memburuk."
Tian : "Bagaimana bila sekarang kita bawa ibuku berobat kerumah sakit ?"
Fikri : "Baiklah, aku akan bersiap-siap kamu tunggu ak disinih."
Tian bersiap-siap untuk pergi ke Rumah Sakit, meski tidak pandai berdandan. Ketika Fikri kembali untuk menjemput Tian, Fikri hanya bisa terdiam melihat Tian. Tian yang kesal karna Fikri melamun melihatnya, langsung mencubit Fikri hingga sadar dan tidak melamun. Ayo kita pergi dan bangunkan ibuku, aku akan menunggu diluar.
Tian : "Aku siap-siap dulu Fik, kamu tidak pulang dulu ?"
Fikri : "Iya nih, aku belum mandi dan belum izin orang tuaku."
Tian : "Kalau begitu kita bertemu lagi disinih, supaya langsung pergi."
Fikri : "Tunggu yah paling 10 menit ajah kok, nanti ak langsung kesinih."
Tian : "Ya sudah, aku mau pilih baju dan juga berdandan kamu pulang sanah."
Fikri : "Aku pulang dulu Assalamualaikum."
Tian : "Walaikumsalam."
"5 menit sebelum berangkat"
Tian : "Saat memilih baju dari koper mengapa aku ingat kepada Byaku dan keluarganya ? memang keluargnya baik dan menawariku banyak baju-baju bagus untukku, tetapi aku malah menolaknya dan hanya ingin berpenampilan seperti orang biasa sajah."
"10 menit kemudian "
Fikri : "Assalamualaikum."
Tian : "Walaikumsalam."
Fikri ; "..........."
Tian : "Fikri kamu kenapa diam ?"
Fikri : "............"
Tian : "Fikkkkkrrrrriiiiiii.... lama-lama kucubit juga kamu Fikri,"
Fikri : "Aw... aw... sakit Tian, kamu terlihat cantik menggunakan baju ituh ( Sambil bergumam )!!!."
Tian : "Ah biasa saja, ayo berangkat jangan lupa bangunkan ibu."
"Kilas balik kisah Byakuya"
Wanita yang di cintai oleh byakuya bernama Stefelin Viola, dia meninggal karena tertabrak mobil 2 tahun lalu karena ke EGOISAN Byakuya. Penyesalan yang tiada henti membekukan perasaan Byakuya kepada wanita lain, tetapi tidak kepada Tian karna Tian sudah membuat hari-hari yang kelam menjadi berwarna lagi.
"OK lanjut lagi"
Ketika Tian, Fikri dan Ibunya sampai kerumah sakit, mereka di kagetkan oleh keluarga Byakuya yang datang kerumah sakit tetapi Byaku tidak ikut bersama keluarganya. Tian merasa sedih atas ketidak hadiran Byakuya, dan maksud dari kedatangan keluarga Byakuya hanya untuk membujuk Tian kembali bekerja pada mereka. Keluarga Byaku mengetahui Ibu Tian sakit dari pegawainya, dan semua biaya rumah sakit ditanggung oleh mereka.Tian sebenarnya tidak ingin merepotkan keluarga Byaku tetapi mereka memaksa, Tian tidak berdaya dan menerimanya.
Tian : "Akhirnya kita sampai bu."
Buffy : "Samapai dimana kita anakku ?"
Tian : "Di Rumah Sakit untuk berobat."
Buffy : "Baiklah kita turun dan mengambil nomor antrian."
Tian : "Fik bantu ibu keluar dari Angkot."
Fikri : "Baiklah, mari bu saya bantu."
"Sesaat kemudian"
Puu dan Shi : "Tian???."
Tian : "Ibu, bapak sedang apa kalian disinih ???"
Puu dan Shi : "Kami mendengar ibumu sakit apakah benar ???"
Tian : "Benar Tuan"
Buffy : "Tuan ( sambil menundukan kepala )"
Puu dan Shi : "Kami ingin Tian kembali ke rumah kami tentunya dengan seizinnya ibu, apakah di izinkan ?"
Buffy : "Saya akan mengikuti pilihan terbaik dari Tian."
Puu dan Shi : "Bagaimana Tian ? Kami akan urus biaya berobat ibumu, sebagai tanda terimakasih kami bila kamu menerimanya."
Tian : "Saya tidak bisa membalas kebaikan Tuan dan Nyonya, tapi akan saya pikirkan kembali."
Puu dan Shi : "Kami memohon padamu Tian, karna kami tidak pernah melihat Byakuya seperti itu hsetelah kepergian Stefelin."
Tian : "Baiklah Tuan dan Nyonya saya terima"
Puu dan Shi : "Syukurlah"
To be continued
Tunggu kelanjutannya yah :D
Saking miskinnya keluarga Tian, ia pun pulang menggunakan Angkutan Kota ( ANGKOT ). Setelah menaiki ankot Tian rela berjalan kaki hingga rumahnya yang sebenarnya cukup jauh dari rumahnya, setalah sampai rumah Tian melihat ibunya sedang tidur dan Fikri menjaganya hingga Tian kembali.
Tian : "Tok..Tok.. Assalamualaikum."
Fikri : "Walaikumsalam, ternyata yang datang Tian, jangan di ganggu dan berisik kasihan dia memikirkanmu."
Tian : "Baiklah, aku hanya melihatnya sebentar sajah dan tidak berusaha membangunkan ibu."
Fikri : "Jangan lama-lama karna ibu sedang sakit."
Tian : "Baiklah, ngomong-ngomong aku memiliki sedikit uang untuk membawa ibu berobat. Uang yang ku dapatkan untuk berobat ibu supaya mendapatkan perawatan yang layak tak akan kupergunakan untuk kepentinganku, karna ibuku sngat membutuhkan uang inih untuk berobat."
Fikri : "Syukurlah, karna kondisi ibumu semakin lama semakin memburuk."
Tian : "Bagaimana bila sekarang kita bawa ibuku berobat kerumah sakit ?"
Fikri : "Baiklah, aku akan bersiap-siap kamu tunggu ak disinih."
Tian bersiap-siap untuk pergi ke Rumah Sakit, meski tidak pandai berdandan. Ketika Fikri kembali untuk menjemput Tian, Fikri hanya bisa terdiam melihat Tian. Tian yang kesal karna Fikri melamun melihatnya, langsung mencubit Fikri hingga sadar dan tidak melamun. Ayo kita pergi dan bangunkan ibuku, aku akan menunggu diluar.
Tian : "Aku siap-siap dulu Fik, kamu tidak pulang dulu ?"
Fikri : "Iya nih, aku belum mandi dan belum izin orang tuaku."
Tian : "Kalau begitu kita bertemu lagi disinih, supaya langsung pergi."
Fikri : "Tunggu yah paling 10 menit ajah kok, nanti ak langsung kesinih."
Tian : "Ya sudah, aku mau pilih baju dan juga berdandan kamu pulang sanah."
Fikri : "Aku pulang dulu Assalamualaikum."
Tian : "Walaikumsalam."
"5 menit sebelum berangkat"
Tian : "Saat memilih baju dari koper mengapa aku ingat kepada Byaku dan keluarganya ? memang keluargnya baik dan menawariku banyak baju-baju bagus untukku, tetapi aku malah menolaknya dan hanya ingin berpenampilan seperti orang biasa sajah."
"10 menit kemudian "
Fikri : "Assalamualaikum."
Tian : "Walaikumsalam."
Fikri ; "..........."
Tian : "Fikri kamu kenapa diam ?"
Fikri : "............"
Tian : "Fikkkkkrrrrriiiiiii.... lama-lama kucubit juga kamu Fikri,"
Fikri : "Aw... aw... sakit Tian, kamu terlihat cantik menggunakan baju ituh ( Sambil bergumam )!!!."
Tian : "Ah biasa saja, ayo berangkat jangan lupa bangunkan ibu."
"Kilas balik kisah Byakuya"
Wanita yang di cintai oleh byakuya bernama Stefelin Viola, dia meninggal karena tertabrak mobil 2 tahun lalu karena ke EGOISAN Byakuya. Penyesalan yang tiada henti membekukan perasaan Byakuya kepada wanita lain, tetapi tidak kepada Tian karna Tian sudah membuat hari-hari yang kelam menjadi berwarna lagi.
"OK lanjut lagi"
Ketika Tian, Fikri dan Ibunya sampai kerumah sakit, mereka di kagetkan oleh keluarga Byakuya yang datang kerumah sakit tetapi Byaku tidak ikut bersama keluarganya. Tian merasa sedih atas ketidak hadiran Byakuya, dan maksud dari kedatangan keluarga Byakuya hanya untuk membujuk Tian kembali bekerja pada mereka. Keluarga Byaku mengetahui Ibu Tian sakit dari pegawainya, dan semua biaya rumah sakit ditanggung oleh mereka.Tian sebenarnya tidak ingin merepotkan keluarga Byaku tetapi mereka memaksa, Tian tidak berdaya dan menerimanya.
Tian : "Akhirnya kita sampai bu."
Buffy : "Samapai dimana kita anakku ?"
Tian : "Di Rumah Sakit untuk berobat."
Buffy : "Baiklah kita turun dan mengambil nomor antrian."
Tian : "Fik bantu ibu keluar dari Angkot."
Fikri : "Baiklah, mari bu saya bantu."
"Sesaat kemudian"
Puu dan Shi : "Tian???."
Tian : "Ibu, bapak sedang apa kalian disinih ???"
Puu dan Shi : "Kami mendengar ibumu sakit apakah benar ???"
Tian : "Benar Tuan"
Buffy : "Tuan ( sambil menundukan kepala )"
Puu dan Shi : "Kami ingin Tian kembali ke rumah kami tentunya dengan seizinnya ibu, apakah di izinkan ?"
Buffy : "Saya akan mengikuti pilihan terbaik dari Tian."
Puu dan Shi : "Bagaimana Tian ? Kami akan urus biaya berobat ibumu, sebagai tanda terimakasih kami bila kamu menerimanya."
Tian : "Saya tidak bisa membalas kebaikan Tuan dan Nyonya, tapi akan saya pikirkan kembali."
Puu dan Shi : "Kami memohon padamu Tian, karna kami tidak pernah melihat Byakuya seperti itu hsetelah kepergian Stefelin."
Tian : "Baiklah Tuan dan Nyonya saya terima"
Puu dan Shi : "Syukurlah"
To be continued
Tunggu kelanjutannya yah :D