Friday, 27 November 2015

Percintaan dua insan yang hancur oleh pihak ke-3 Episode 7

Di ruang makan terjadilah keributan antara Byakuya dan juga Tian 

Nenek : "Tau rasa kamu byakuya itu salahmu sendiri selalu merendahkan orang lain, coba kamu mencari uang sendiri ( Dengan Nada Sinis dan tertawa)."
Puu : "Ibu jangan begitu kepada cucumu kan kasian dia."
Shi : "Tian kembali ke kamarmu!!!"
Ai Nissa : "Ayo Tian kembali ke kamar"
Tian : "Baiklah Tuan ( Sambil tertawa)."

Tian dan Ai nissa pun kembali ke kamarnya, di kamar mereka berdua tertawa terbahak-bahak hingga terdengar oleh Byakuya. 
Ai Nissa : "Tian kamu berani sekali mengerjai tuan Byakuya yang sombong dan angkuh."
Tian : "Aku ingin memberinya pelajaran untuk anak manja sepertia dia."
Ai Nissa : "Tetapi aku sangat salut dengan sikapmu yang berani itu."
Tian : "Ah Tidak aku hanya ingin memberikannya pelajaran sajah cuma ituh yang aku pikirkan/"
Ai Nissa : "Ah kamu inih ada-ada sajah."

Byakuya yang kesal karna kejadian tadi dan mendengar percakapan mereka berdua langsung menarik Tian dan memarahinya, Tian yang merasa tidak senang dengan perkataan Byakuya langsung menampar wajah Byakuya.

Byakuya : "Apa maksud dari semua inih semua, dasar oang miskin yang tidak tahu di untung."
Tian : "Aku memang orang miskin, tetapi kamu harus menghargai kami dan jangan seenaknya sajah."
Byakuya : "Dasar Wanita Hina, miskin, tidak tahu di untung, kamu tidak berhak berkata seperti ituh pada Tuanmu."
Tian : "Sudah cukup !!! Bila kamu teruskan aku akan..."
Byakuya : "Apa yang akan kamu lakukan hah..."
Tian : "Plak.. ( Tamparan wajah di wajah Byakuya ) ."

Tian pun menangis dan langsung pergi kekamarnya sambil menangis. Byakuya yang terdiam dan teringat kembali pada kenangan masa lalunya, dimana dia pernah di tampar oleh seseorang yang sangat dia cintai karna keegoisannya. 

Tian : "Kamu boleh bicara apa pun kepada kami, tetapi kami bukan wanita hina seperti yang kamu pikirkan. Kami memiliki hati nurani yang tidak di miliki oleh seorang lelaki"
Byakuya : ".... ( Hanya bisa terdiam )."
Tian : "Mengapa kamu hanya terdiam ??? Bila yang kamu inginkan aku pergi, aku akan pergi sekarang juga."
Byakuya : "... ( Masih diam seribu bahasa )."
Tian : "Aku akan membereskan barang-barangku sekarang juga, selamat tinggal !!!."
Byakuya : "Ituh yang ku inginkan !!! ( Sambil berjalan pergi ke kamar )"

Sebenarnya ia pun merasa tidak enak dan kembali ke kamarnya sambil melihat photo seseorang yang pernah ia cintai. 

Byakuya
: "Ya Tuhan apa salahku hingga kejadian inih terulang kembali, apakah inih karma atau memang takdirku ? Andai saha aku masih bersama dia, mungkin sifatku bisa berubah dan tidak seegois inih."

Saat detik-detik terakhir sebelum kepergian Tian, Byakuya tidak ada untuk melihat terakhir kalinya dan hanya ada keluarganya yang mengantarkan Tian hingga pintu gerbang. Pada saat di pintu gerbang, keluarganya menceritakan masa lalu Byakuya bersama seseorang yang pernah ia cintai. Tian Sebenarnya mengharapkan Byuakuya pun ikut, melihat, tetapi dia tidak ada."

Tian : "Ibu dan Bapa, saya berpamitan pulang ke kampung halaman saya, maaf bila saya banyak salah dari bahasa dan prilaku saya yang kurang sopan."
Shi dan Puu : "Kami sebenarnya ingin kamu tetap bekerja disinih, sudah lama kami tidak melihat Byakuya sesemangat inih biasanya ia hanya diam dan angkuh."
Nenek : "Sebenarnya ia sangat mencintai seseorang tetapi sifat EGOISnya mengalahkan rasa cintanya pada wanita tersebut, wanita tersebut membencinya dan tidak diduga-duga tewas tertabrak mobil kalau tidak salah kejadian ituh sudah 2 tahun yang lalu."
Tian : "Maafkan aku Byakuya, aku tidak tahu apa yang terjadi pada masa lalumu ( Di dalam hati )."

Sebenarnya Tian ingin Byakuya melarang Tian pergi tetapi, apa yang Tian harapkan tidak terjadi. Tian pun pulang ke kampung halamannya.

Wah sepertinya cerita inih semakin menarik, tetapi kita berhenti dulu disinih supaya kalian penasaran. Jangan lupa ikuti kelanjutannya hanya disinih

To Be Continued 

No comments:

Post a Comment