Monday, 17 August 2015

Percintaan dua insan yang hancur oleh pihak ke-3 episode 3

akhirnya tian dan fikri pulang dengan wajah sedih dan pasrah, tian pun ditanya oleh ibunya mengapa muka kalian tampaknya sedih. tian pun menjelaskan semua yg terjadi

bufy : mengapa kau sedih anaku
tian : ak kecewa kepada anaknya bos karna dia tidak memberi waktu lg padahal panen padi sebentar lg
bufy : ibu tau perasaan km tapi kita tidak bisa melawan karna kia hanya menumpang
tian : andai sajah bukan byakuya yg datang melainkan bos pasti memberi izin
bufy : sekarang lebih baik km makan dulu terus sholat dan berdo'a, supaya pikiranmu jernih kembali
tian : baik ibu

bufy mencoba untuk membuat tian terhibur dan terus bersemangat, tian yg sedang dikamar dan sedang memikirkan bagaimana ibu dan dirinya untuk makan. tian kaget karna ibunya masuk tiba2 dan ibunya menanyakan keadaan tian dan tian menjawab baik2 sajah

bufy : ak harus membuat tian senang dan bersemangat
tian : ak harus bekerja untuk keberlangsungan hidupku dan ibu karna siapa lagih tulang pungung keluarga karna ibu sering sakit2an
bufy : tian bagaimana keadaanmu, sudah persoalan yg tadi siang jangan dipikirkan
tian : ak baik2 sajah kok bu

ke esokan harinya,tian berpikir harus kerja tapi mau kerja apa karna tidak ada lowongan kerja tapi katanya ada lowongan jadi pembantu bos kampung inih, tapi ak tidak mau bekerja tapi bagaimana dengan ibu yg sering sakit baiklah ak putuskan untuk menjadi pembantu dirumah bos

tian : bu ak pamit ea mau bekerja di rumah bos
bufy : baik2 ea nak ibu akan senantiasa mendoakanmu
tian : baik ibu, dadah ibu
bufy : selamat jalan anaku

tian pun masuk keruamah bos dan saat masuk tian hanya bisa terdiam saat melihat rumah bosnya yg sangat mewah tiba2 tian bertemu dengan byakuya, dan byakuya bilang buat apa kau disinih

to be continued

Saturday, 15 August 2015

Percintaan dua insan yang hancur oleh pihak ke-3 episode 2

akhirnya tian dan fikri sampai pada tujuan yaitu sawah milik bos desa ituh... tian dan fikri langsung menanam padi di lahan mereka masing2 meskipun ituh tanah milik bos...

tian : akhirnya sampai juga ^^
fikri : ea tian sebelum kita bekerja kita minum dulu ea haus nih
tian : ok... inih airnya...
fikri : terimakasih tian memang kau sungguh sahabat yg baik...
tian : ayo fik kita menanam padi...
fikri : ok tian let's go

saat sedang asyik2nya menanam padi di sawah anak bos yaitu byaku datang untuk memberitahukan bahwa tanah ayahnya akan dijadikan rumah mewah....

byaku : sedang apa kalian disinih ???
tian : kami sedang menanam padi
fikri : kami berdua sedang menanam padi tuan
byaku : untuk apa kan kalian sudah pernah diberitahu bahwa tanah inih aka dijadikan rumah
tian : kami tidak tahu klu tanah inih akan dijadikan rumah
fikri : benar kata tian
byaku : alah kalian jangan mengelak sudah kalian jangan lagih menanam padi lagih disinih !!!

tian dan fikri meminta supaya byaku memberi waktu mereka selama 2 minggu supaya lahan yg lain bisa dipanen..... tapi byaku memarahi dan mencaci maki mereka.....

tian : benar tuan kami baru tahu...
fikri : benar saya juga baru tahu
byaku kalia inih kami sudah menyuruh orang untuk memberi tahu kepada kalian
tian : mohon maaf tuan beri kami 2 minggu sajah... untuk memanen sawah inih
fikri : bolehkah tuan
byaku : tidak kalian sudah numpang ingin ditanah inih dan tidak ingin pergi dari sinih dasar tidak tau malu...


To be continued
-hisyam 

Thursday, 13 August 2015

Hari-hari di Anime School episode 2

Dan saat aku berkeliling, seorang anak perempuan berambut pendek sebahu dan memakai kacamata menghampiriku, tingginya tak berbeda jauh denganku, dia lebih tinggi.

" Apakah kamu Yuka?"
" Ya, aku Yuka. Siapa namamu?"
" Ini aku, Hinamoto. Akhirnya kamu masuk ke dalam game ini,"
" Iya, nih. Eh, setelah ini kita ke mana?"
" Entahlah, aku juga tidak tahu. Tapi yang aku ceritakan padamu itu benar, Yuka,"
" Oh begitu,"
Tiba-tiba terdengar sebuah suara seperti bunyi alarm.
"Riiiing!"

Aku dan Hina berpandangan. Menebak suara apakah itu. Kemudian, terdengar suara seorang perempuan. Suara itu menyebar ke semua sudut sekolah.

" Perhatian, bagi gamer Anime School, harap berkumpul di lapangan sekarang! Arigatou,"
Aku dan Hina segera menuju lapangan dan berkumpul di sana. Dan ketika sampai di sana, banyak gamer lain juga, dengan pakaian yang berbeda-beda. Ada yang berpakaian seperti dewa kematian anime Bleach, ada yang berpakaian seperti ninja, ada yang berpakaian seperti anggota bajak laut, dan lain-lain. Ini seperti di dunia khayalanku.
Kulihat di hadapan kami semua ada empat orang. Dua orang laki-laki dan dua orang perempuan. Seorang laki-laki berkulit hitam manis dan berambut pendek berbicara.

"Nama saya You. Saya adalah kepala sekolah Anime School. Di sebelah saya ada Mizu, Hara, dan Hito, mereka adalah sekretaris saya dan juga merangkap sebagai sensei dan asisten sensei di beberapa jurusan yang ada di Anime School ini. Kalau saya tidak ada di sekolah, silahkan bertanya pada sekretaris saya apabila ada hal yang tak dimengerti. Di sekolah ini kalian bebas memilih gedung dan jurusan. Kalian boleh memilih dua jurusan. Sekolah ini tidak mempunyai seragam, sehingga kalian bebas memakai baju apapun, namun harus rapi dan sopan. Ada beberapa jurusan yang memberikan seragam. Nah, yang tadi memberikan pengumuman adalah Hara. Sejauh ini, ada yang kalian tanyakan?"

Aku mengangkat pun mengangkatangan.

" Sebutkan namamu dan pertanyaanmu!" kata You.
"Nama saya Yuka Nakamori. Saya ingin bertanya. Apakah di sekolah ini ada acara sekolah yang rutin tiap tahun seperti kunjungan atau berkumpul dengan jurusan lain?"
" Pertanyaan yang bagus, Yuka. Di sekolah ini tidak ada acara kunjungan, namun acara berkumpul dengan jurusan lain ada. Setiap malam Minggu, sekolah ini mengadakan acara Prom Night. Yaitu acara pesta dansa, dan tentu saja ada syaratnya. Kalian harus datang dengan membawa pasangan, entah itu teman jurusan kalian atau berbeda jurusan. Selain pesta dansa, di acara tersebut juga ada live music. Bagi yang suka menyanyi, silahkan menjadi penyanyi. Bagi yang tidak memiliki pasangan, itu nasib kalian, kalian hanya bisa melihat pasangan lain berdansa dan kalian bisa memakan hidangan yang tersedia," jawab Hara.
" Ada yang ingin bertanya lagi?" tanya You.
Aku melihat seorang perempuan mengangkat tangannya.
"Sebutkan namamu dan pertanyaanmu!" kata You.
"Nama saya Iki. Apakah di sekolah ini ada batasan dalam masuk kelas?"
" Kau bebas memilih kelas yang kau mau, Iki. Tetapi apabila kamu memilih kelas lebih dari satu, kau harus pintar membagi waktumu. Karena setiap kelas memiliki kesulitan yang berbeda-beda," jawab Hito.
" Baiklah, ini kesempatan terakhir bagi yang ingin bertanya," kata You.
Seorang laki-laki berkacamata mengangkat tangannya.
" Nama saya Kurasaki. Apa saja event di sekolah ini dan apakah bila tidak memasuki jurusan dan kelas namun mengikuti event terkena sanksi?"
" Saya akan menjawab pertanyaan Kurasaki. Event di sekolah ini rutinnya ada Prom Night, lalu ada drama tentang perang, terkadang ada perang panah, juga ada perang bebas. Sistem sekolah ini sudah otomatis, apabila ada bangunan yang rusak karena perang akan langsung kembali utuh lagi. Apabila tidak mengikuti jurusan atau kelas namun ikut event, tidak ada sanksi, namun kau harus aktif di setiap event, sebagai pengganti kehadiran" jawab Mizu.
" Baiklah, sekarang saya akan menjelaskan beberapa hal. Pertama, kalian setiap minggunya akan ada tugas dari setiap kelas. Kedua, pada akhir tahun ajar, kalian akan ada ujian pengetahuan anime, soal tidak hanya berasal dari kelas yang kalian ambil, namun juga dari kelas lain, berarti kalian harus sering belajar. Ketiga, kehadiran kalian akan menentukan apakah game ini akan terus berlanjut atau tidak, karena apabila yang paling aktif, akan menjadi penerus game ini, bebas mengubah sistem game. Keempat, kalian harus mengenal teman yang berbeda jurusan dengan kalian, juga dengan kepala sekolah, sekretaris, dan guru. Paham?" kata You.
" Paham," jawab kami semua.
"Baiklah, sampai di sini dulu perkumpulan kita. Sekarang, kalian kami bebaskan untuk berkeliling sekolah," kata You.
Lalu kami semua segera meninggalkan lapangan. Aku berjalan bersama Hinamoto.
"Yuka, tolong sembunyikan identitasku bahwa aku Hinamoto. Di sini aku menggunakan nama Hinamori. Tapi aku tahu di sini ada teman sekolah kita, Shiro, teman sekelas kita dulu di kelas 2-3.

Di game ini dia memakai nama Roronoa," pinta Hinamoto.
"Oke,lalu sekarang di mana Shiro?"
Tepat saat aku bertanya pada Hina-chan, ada seorang laki-laki berambut pendek rapi dan berkulit putih kuning menyapaku.

"Apakah kamu Yuka yang bersekolah di SMP 14 Osaka?"
" Ya, siapa namamu?"
"Ya ampun, Yuka, ini aku, Shiro. Di sini aku memakai nama Roronoa. Ternyata kau main game ini juga,"
" Oh ya kenalkan,ini temanku, namanya Hinamo...maksudku Hinamori," hampir saja aku menyebut nama asli Hinamoto.
" Namaku Hinamori. Salam kenal," Hina mengulurkan tangannya.
" Namaku Roronoa, nama asliku Shiro. Aku teman sekelas Yuka sewaktu kelas 2 di dunia nyata. Sekarang aku kelas 3-4, salam kenal juga," Shiro menjabat tangan Hina.
" Oh ya, Yuka. Tetsu dan Daniel juga main game ini. Kamu kenal mereka? Tetsu kelas 3-1 di sekolah kita, memakai nama Kurasaki. Daniel sekelas denganku, memakai nama Danchou. Mereka temanku di game lain, bersama Akira juga, mantan pacarmu. Mau kupanggilkan?" kata Roronoa.
" Boleh, ajak saja temanmu ke sini" kataku.
Lalu Roronoa pergi dan beberapa saat kemudian kembali lagi bersama dua orang laki-laki.
"Perkenalkan, namaku Kurasaki, nama asliku Tetsu. Aku kelas 3-1 di sekolahnya Roronoa, dan aku teman mainnya. Dan ini teman mainku juga, namanya Danchou, nama aslinya Daniel, dia kelas 3-4," 


Kami semua berkenalan. Setelah berkenalan, kami membicarakan jurusan. Hinamori memilih jurusan Shugo Chara, Danchou memilih jurusan Bleach, Roronoa memilih jurusan One Piece, aku memilih jurusan Detektif Conan dan Konoha Academy Naruto, Kurasaki tak memilih jurusan dan dia mau berkeliling sekolah ini. Kemudian kami berpisah dan ke tujuan kami masing-masing.

Bersambung ( To Be Continued )

Created by : Nadya Dona Putri 

Hari-hari di Anime School episode 1

Namaku Yuka Nakamori, aku bersekolah di SMP 14 Osaka kelas 3. Aku mempunyai teman dekat bernama Hinamoto Tsubasa. Selain itu, aku di kelas ini, kelas 3-3 juga kenal dengan Yurihime, Zari, Rizu, dan teman-teman yang lain. Di kelas 3 ini, bagiku tak ada yang menarik, kecuali Zari. Dia seorang yang aku suka. Tingginya tak berbeda jauh denganku, kulitnya hitam manis seperti Makoto Kyogoku di komik Detektif Conan yang sering kubaca, namun dia tidak bisa karate, rambutnya lebih mirip dengan Ichigo di animo Bleach, maka aku membuat nama Ichigo sebagai pengganti nama Zari bila sedang mencurahkan isi hatiku pada diary ataupun teman dekatku selain Hinamoto, Gina-chan. Kini, aku ingin mencari sesuatu hal yang menarik. Aku jatuh ke dalam khayalanku. Aku selalu berkhayal bisa bersekolah atau masuk ke dunia yang berhubungan dengan anime, tidak pakai seragam,kita bebas memakai baju yang kita mau. Namun kenyataannya adalah tak ada tempat seperti itu di dunia ini. Ketika aku sedang berkhayal, datanglah Hina
.
" Yuka, kau tahu game Anime School?"
" Tidak. Mengapa?"
" Aku baru saja membelinya. Ayo kita main bersama! Kelihatannya ramai,kok,"
"Ramainya seperti apa?"
"Kita masuk ke dalam game yang ada sebuah sekolah bagus, sekolah anime. Kau bebas memilih kelas yang kamu mau. Di setiap kelas, ada gurunya. Setiap akhir minggu, akan diberikan PR mengenai apa yang telah kita pahami dari sebuah anime yang kita sukai. Dan kita tidak perlu menggunakan seragam, itu membuat kita senang. Ada taman, danau,pohon yang rindang, dan yang paling asyik, kita boleh naik ke atap sekolah, bisa tidur sambil memandang awan, begitulah yang aku baca di sinopsisnya,"
" Wah,asyik sekali. Hm, game itu beli di mana? Dan memainkannya menggunakan apa?"
" Beli saja di toko yang menjual Nerve Gear. Bukankah kau sudah mempunyai Nerve Gear untuk bermain game Ninja Saga?"

Oh ya, aku pernah main game Ninja Saga dan menggunakan Nerve Gear untuk memainkannya. Hina tahu kalau aku memainkan game itu karena dulu dia yang mengajakku ke dalam game tersebut.

"Sudah, jadi aku hanya tinggal membeli kaset game Anime School saja?"
" Ya, harganya tidak semahal game Ninja Saga, jadi tenang saja. Bawalah uang lebih jika kau tidak yakin akan harganya,"
"Oke,arigatou, Hina-chan,"
"Dou itashimashite, Yuka-chan,"

Hinamoto kembali ke tempat duduknya. Aku merasa ini adalah mimpi, bahwa khayalanku ternyata benar-benar ada dalam sebuah game. Aku akan membeli kaset game itu.
Pulang sekolah, aku langsung ke rumah sebentar. Berganti pakaian, makan,mengerjakan tugas sekolah, dan aku segera ke toko yang menjual Nerve Gear untuk membeli kaset game Anime School. Tentunya sebelum aku pergi, aku sudah memikirkan dan membawa banyak uang yang akan kugunakan nanti.
Setelah sampai di toko, aku segera membeli kaset game Anime School dan segera pulang ke rumah.
Di kamar, aku memasang kaset, memasang Nerve Gear sambil merebahkan tubuhku di tempat tidur.

" Link start!"

Aku segera masuk ke dalam game Anime School. Membuat nickname, avatar laki-laki atau perempuan, juga pakaian. Aku memilih memakai pakaian yang membuatku nyaman. Celana panjang, kaos lengan panjang, memakai sepatu. Characterku kubuat seperti Hyuuga Hinata tokoh anime Naruto, perempuan pemalu berambut pendek sebahu. Lalu aku terlempar jauh.
Ketika aku sadar, aku memperhatikan sekelilingku. Gedung sekolah yang bagus, taman dengan rumput hijaunya, ada kursi, ada sebuah danau yang luas, ada banyak gedung, dan juga ada sebuah pintu gerbang yang besar bertuliskan "Anime School". Sekolah ini indah sekali.
Aku berkeliling di sekolah ini. 

* Anime School adalah Grup Facebook dan semua nama yang ada adalah nama para member grup dan menggunakan nama Charakter Anime dikarnakan inih grup anime :D

Bersambung ( To Be Continued 

Created by : Nadya Dona Putri 

Wednesday, 12 August 2015

Percintaan dua insan yang hancur oleh pihak ke-3 episode 1

Di suatu desa ada seorang gadis bernama tian yg mau berangkat ke sawah untuk menanam padi, tapi sebelum bernagkat ia pamit terlebih dahulu kepada ibunya bernama nada bufy

tian : bu saya berangkat dulu mau ke sawah
bufy : hati-hati nak semoga selamat dijalan
tian : iya bu saya akan berhati-hati Ass.Wr.Wb
bufy : Wss.Wr.Wb

Tian pun berangkat ke sawah dan bertemu dengan fikri yg mau menuju ke sawah juga dan mereka berdua akhirnya berangkat bersama-sama

fikri : eh tian mau kemana
tian : mau kesawah kalau kamu mau kemana
fikri : sama mau ke sawah, ya udah kita berangkat bareng sajah 
tian : ok ayo kita jalan

Saat di perjalanan ada mobil JEEP lewat, seorang bos di desa tersebut tapi pada saat ituh bos sedang sakit jadi digantikan oleh anaknya byaku tetapi tidak sengaja dia melewati genangan air yang ada disitu tersiram kepada tian dan fikri

fikri : wah mobil kurang ajar tau kami ada di pinggir jalan pake laga kebut-kebutan
tian : sudah-sudah jangan marah ga ada gunanya 
fikri : tapi kan mobil ituh
tian : ya sudah biarkanlah yg sudah berlalu biarkanlah berlalu

( Hisyam Ramadhan )
To be continued 

Pengalaman Pribadi ketika SMP kelas 3 Episode 1

Tanganku semua terasa kaku seketika, hati terasa bergetar dan kenangan masa lalu yang indah  hehe.... okeh kita akan menceritakan kisah kehidupan saya pribadi. Kesan-sanya sih kelas 3 sangat menarik dan seru meski di dalamnya banyak sekali orang yang sangat Menyenangkan dan juga menyedihkan 

Saat daftaran ulang di SMPku SMPN 2 Cimahi aku di masukin ke kelas IX-5 ( 9-5 ) dipikiran siapa yah teman sekelas dari kelas 8 saat masuk kelas aku datang dan duduk sendiri ternyata ada teman dari kelas 7 namanya Lutfhi maulansyah panggili ajah ufi. Merasa kaget dia dulunya berasal dari kelas unggulan, mengapa bisa keluar soalnya kelas unggulan guru unggulan dipikiranku, Wali Kelasku adalah guru IPA yang super baik namanya Ibu Ni Nyoman. Awal sekolah seperti biasa perkenalan Guru dan murid hingga akhirnya satu kelas pada terkagum dengan Pak Ade seorang guru Seni budaya yang menakutkan.

Paada suatu hari kami belajar untuk mengukir sebuah sopran bambu ( semacam seruling Bambu ) dengan menggunakan arang, betapa repotnya harus bersabar untuk mendapatkan gambaran yang bagus. Setelah beberapa minggu ada penilaian wah pada H2C tuh eh ternyata yang temenku Revario panggil ajah rio  tidak bawa sopran dan minjem ke kelas tetangga, rio yang tidak sadar bahwa sopran  tersebut sudah di beria nama dan kelas. Pak Ade yang curiga menanyanyi rio, terasa sunyi sekejap karna telah membuat seorang guru yang ditakuti marah besar hingga Pak Ade datang ke kelas tetangga, rio pun mendapatkan nilai buruk dan juga di marahi habis-habisan oleh pak Ade.

Saat di kelas 9-5 aku dan lutfi sadar ternyata kelas ini bekas VII-8 ( 7-8 ) kami dulu saat pembagian kelas, meski sudah 2 tahun aki masih mengingatnya dan berbincang--bincang bersama lutfi. Saat kelas 7 sementara, saya duduk paling belakang ke 5 dr enam kursi  dan aku sebangku dengan  yoga gunawan, di belakangku ada riswanto hamid dan robby eugene hermansyah. Aku duduk sejajaran guru pojokan kanan dan saat awal masuk ituh aku melihat wanita cantik bernama Esa Afiyah Widiaswara setiap hari bila tidak ada tugas  aku selalu liat kebelakang memperhatikan dia :)

*Padahal baru masuk dan dikasih tugas yang namanya tidak mengerjakan tugas keliatan banget, baru masuk sudah membudidayakan menyontek XD *pro prok ( jangan ditiru oleh generasi muda ) padahal cuma tugas menggambar Peta dan sebutkan apa fungsinya.

Setelah pembicaraan tersebut aku jadi teringat obrolan bersama robby saat kelas 8 kadang-kadang  suka curhat dikit tentang siapa disukai saat kelas 7-8, lupa siapa yg di sukai oleh robby hehe,,, ketika dia bertanya kepadaku siapa yang di sukai ku menjawab Esa Afiyah. Hal yang paling ku ingat tuh anak malah nyebarin curhatan tersebut sehingga wanita yang kusukai tau akan perasaanku, ya akhirnya ak minta bantuan ufy untuk cariin no hp dia.

Dikarnakan Esa dr kelas 7nya unggulan dekat dengan kelas ufi, aku pikir pasti dapat tapi kenyataan berkata tidak dapat no HPnya. Kebetulan sahabat dekatku bernama Guntur Fauzi Juniar panggil saja Gunzu Berpacaran Dengan Elma Fauziah panggil sajah Umi dan ternyata satu kelas dengan ESA, kebetulan Gunzu menginap dirumahku dan langsung SMS Umi dan meminta no HP ESA. Beberapa hari ku berpikir dan sangat takut unutuk SMS kepada ESA sehingga saya mengirim sms teror 3:) tindakan *evil mode terdeteksi* laporan kepada sapi 1 kecebur ganti, sapi 2 jadi BeBequ ganti, sapi 3 sapidol ganti. Ah sarap maraneh mah maenya sapi wae XD dah ah jangaan ngelawak sakit perut sapinya. 

*Seingatku mulai SMS teror kalau tidak salah pada bulan Oktober atau November pokoknya saat liburan Idul fitri hehe.... 

Quote Tanda ( * ) hanya selingan bisa diaktakan ngomong sendiri LOL
Lelah sambil ngetik Fanfic lain juga hehe.. =O= lanjut nanti deh sambil mengingat masa lalu XD~ to be continued

( Hisyam Ramadhan A )